Selasa, 06 Februari 2018

Sistem Manajemen Mutu Laboratorium IPA



Sistem Manajemen Mutu Laboratorium IPA

Kebijakan sistem manajemen laboratorium terkait dengan mutu, termasuk pernyataan kebijakan mutu, harus dinyatakan dalam panduan mutu (apapun namanya). Pernyataan kebijakan mutu harus diterbitkan dibawah kewenangan manajemen puncak. Pernyataan kebijakan mutu dari manajemen puncak atau pimpinan tertinggi sebagai pencerminan komitmen laboratorium secara menyeluruh adalah sangat penting dalam memberikan jaminan kepuasan pelanggan.
Kebijakan mutu sesuai SNI ISO 9000:2008 adalah  maksud dan arahan secara menyeluruh sebuah organisasi yang terkait dengan mutu seperti yang dinyatakan secara resmi oleh pimpinan puncak. Secara umum, kebijakan mutu laboratorium merupakan pernyataan kebijakan organisasi untuk memelihara standar tertinggi dari jasa pengujian. Dengan demikian, kebijakan mutu adalah filosofi laboratorium atau janji yang diberikan kepada pelanggan untuk ditepati.
Pernyataan kebijakan mutu sekurang-kurangnya berisi:
a)   komitmen manajemen laboratorium pada praktek profesional yang baik dan pada mutu pengujian dalam melayani pelanggan;
b)     pernyataan manajemen untuk standar pelayanan laboratorium;
c)     tujuan dari sistem manajemen berkaitan dengan mutu;
d)   persyaratan yang menyatakan bahwa semua personil yang terlibat dalam kegiatan pengujian di laboratorium harus memahami dokumentasi mutu dan menerapkan kebijakan serta prosedur di dalam pekerjaan mereka; dan
e)   komitmen manajemen laboratorium untuk berkesesuaian dengan standar sistem manajemen mutu laboratorium berdasarkan ISO/IEC 17025: 2005 dan secara berkelanjutan meningkatkan efektivitas sistem manajemen.
Selain itu, kebijakan mutu mencakup persyaratan bahwa pengujian harus selalu dilakukan sesuai dengan metode yang telah ditetapkan dan persyaratan pelanggan. Secara umum, pernyataan kebijakan mutu sebaiknya harus singkat, ringkas dan jelas sehingga dapat dipahami, diterapkan serta dipelihara oleh seluruh personil di semua tingkatan organisasi dalam segala kegiatan operasional laboratorium. Apabila laboratorium lingkungan merupakan bagian dari organisasi yang lebih besar, beberapa unsur kebijakan mutu dapat ditempatkan pada dokumen-dokumen yang lain.
Dalam menetapkan kebijakan mutu, manajemen puncak hendaknya mempertimbangkan beberapa hal, antara lain:
a)      tingkat dan tipe perbaikan mendatang yang dibutuhkan bagi keberhasilan organisasi;
b)      tingkat kepuasan pelanggan yang diharapkan atau diinginkan;
c)      pengembangan personil dalam organisasi;
d)     kebutuhan dan harapan pihak lain yang berkepentingan;
e)      sumber daya yang diperlukan untuk melampaui persyaratan ISO/IEC 17025: 2005;
f)       kontribusi potensial dari pemasok dan mitra. 
Apabila kebijakan mutu laboratorium telah ditetapkan maka manajemen puncak hendaknya menggunakan kebijakan mutu tersebut sebagai sarana memimpin organisasi ke arah perbaikan kinerja. Kebijakan mutu laboratorium hendaknya konsisten dan merupakan bagian dari kebijakan dan strategi organisasi secara menyeluruh. Kebijakan mutu dapat digunakan untuk perbaikan, apabila:
a)       konsisten dengan misi dan strategi manajemen puncak bagi masa depan organisasi;
b)       memungkinkan sasaran mutu dipahami dan diusahakan di seluruh organisasi;
c)    memperagakan komitmen manajemen puncak pada mutu dan penyediaan sumber daya yang memadai bagi pencapaian sasaran;
d) membantu mempromosikan komitmen terhadap mutu di seluruh organisasi dengan kepemimpinan yang jelas oleh manajemen puncak;
e)   mencakup perbaikan berkesinambungan yang berkaitan dengan pemuasan kebutuhan dan harapan pelanggan dan pihak lain yang berkepentingan; dan
f)      dirumuskan secara efektif dan dikomunikasikan secara efisien.
Prosedur sistem manajemen mutu laboratorium yang disyaratkan oleh ISO/IEC 17025: 2005, sekurang-kurangnya, adalah sebagai berikut:
1)        Independensi Laboratorium dan Perlindungan Hak Pelanggan;
2)        Pengendalian Rekaman dan Dokumen Sistem Manajemen Mutu;
3)       Kaji Ulang Permintaan, Tender dan Kontrak Serta Subkontrak Pengujian;
4)        Evaluasi Pemasok dan Pembelian;
5)        Pelayanan Kepada Pelanggan dan Penyelesaian Pengaduan;
6)    Pengendalian Pekerjaan Pengujian yang Tidak Sesuai dan Peningkatan Berkelanjutan;
7)        Tindakan Perbaikan dan Pencegahan;
8)        Audit Internal Laboratorium;
9)        Kaji Ulang Manajemen;
10)    Pengembangan Personil Laboratorium;
11)    Pengendalian Kondisi Akomodasi dan Lingkungan Pengujian;
12)    Pemilihan, Pemutakhiran dan Validasi Metode Pengujian;
13)    Perhitungan Estimasi Ketidakpastian Pengujian;
14)    Pengelolaan Peralatan dan Bahan Acuan;
15)    Pengambilan Sampel dan Pengelolaan Sampel;
16)  Pengendalian Mutu Hasil Pengujian dan Uji Banding Antar Laboratorium;
17)    Laporan Hasil Pengujian;
18)  Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta Pengelolaan Limbah Laboratorium.
            Prosedur K3 dan pengelolaan limbah laboratorium bukan bagian persyaratan ISO/IEC 17025: 2005 namun merupakan persyaratan PERMENLH 06 Tahun 2009 tentang laboratorium lingkungan.
Dari uraian di atas timbul beberapa pertanyaan dari penulis :
1.      Bagaimana kalau salah satu proses manajemen mutu Lab. IPA tidak terlaksa dengan baik, apakah ada dampak negatifnya ?
2.      Siapa saja yang bertanggung jawab dalam meningkatkan manajemen mutu Lab.IPA ?
3.      Apa saja yang perlu dinilai tim asesor dalam proses akreditasi Lab.IPA ?

21 komentar:

  1. terima kasih....
    untuk soal nmor 1. jika salah satu tidak terlaksana dengan baik maka akan berdampak pada pembelajaraan laboratorium, pada standar akreditas. kerena semua berpacu ke akreditas sebagai standar laboratorium.
    soal nmor 2. yang bertanggung jawab adalah pihak sekolah/bagian dari isntansi. tp yang berperan aktif adalah petugas atau yang diamanahkan dalam pengelola lab.

    BalasHapus
  2. Menanggapi pertanyaan nomor dua yaitu Siapa saja yang bertanggung jawab dalam meningkatkan manajemen mutu Lab.IPA ?
    Yang bertanggungjawab atas peningkatan manajeman mutu adalah warga sekolah terdiri dari Kepala sekolah, Guru IPA, Kepala Lab IPA, Laboran/Teknisi yang bertugas di Lab IPA.

    Salam
    Agung Laksono

    BalasHapus
  3. menanggapi pertanyaan no 3, menurut saya yang perlu di nilai saat proses akreditas leb adalah : 1. kelayakan ruangan, sudah memenuhi standar leb atau belum
    2. kelengkapan alat yang ada dalam leb.
    3. sistem keamanan dalam leb
    4. stuktur organisasi leb berjalan dengan baik atau tidak. sekian...

    BalasHapus
  4. terimakasih artikelnya, terkait pertanyaan kedua Siapa sajakah pihak yang terlibat dalam peningkatan sistem manajemen mutu laboratorium IPA ? menurut saya yang terlibat pertama adalah kepala sekolah dan pengadaan alatnya, lalu ada kepala labor, selanjutnya laboran dan eknisi, guru mata pelajaran juga murid yang menggunakannya.karena semua yang bekerja dalam laboratorium tersebut terlibat dalam peningkatan manajemen mutunya.

    BalasHapus
  5. Mencoba menanggapi pertanyaan nomor 2, yang bertanggung jawab dalam meningkatkan manajemen mutu Lab.IPA yaitu:
    1. Kepala laboratorium terpadu
    2. Staf administrasi laboratorium
    3. Tim ahli
    4. Analisis
    5. Teknisi
    6. Laboran

    BalasHapus
  6. Menanggapi soal no 2.
    saya sangat setuju sekali dengan jawaban dari rekan rekan semua.

    menambahkan sedikit, tentang tugas dari penanggung jawab tersebut. Dimana :


    Tugas-tugas kepala sekolah:

    Memberi tugas kepada penanggung jawab teknis laboratorium IPA, penanggungjawab mata pelajaran ( fisika, biologi, kimia)
    Memberikan bimbingan, motivasi, pemantauan, dan evaluasi kepada petugas-petugas laboratorium
    Memberikan motivasi kepada guru-guru IPA dalam hal kegiatan laboratorium IPA
    Menyediakan dana keperluan operasional laboratorium


    Tugas Penanggung jawab teknis laboratorium:

    Bertanggungjawab atas kelengkapan administrasi laboratorium
    Bertanggungjawab atas kelancaran kegiatan laboratorium
    Mengusulkan kepada kepala sekolah tentang pengadaan alat/bahan laboratorium
    Bertanggung jawab tentang kebersihan, penyimpanan, perawatan, dan perbaikan alat


    Tugas Kepala laboratorium

    Mengkoordinasikan guru mata pelajarn IPA (Fisika,biologi, kimia)
    Perencanaan pengadaan alat dan bahan laboratorium
    Menyusun jadwal dan tata tertib penggunaan laboratorium
    Mengatur penyimpanan dan daftar alat-alat laboratorium
    Mengatur penyimpanan dan daftar alat-alat laboratorium
    Memelihara dan perbaikan alat-alat laboratorium
    Inventarisasi dan pengadministrasian peminjaman alat-alat laboratorium
    Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan laboratorium

    BalasHapus
  7. Menurut pendapat saya yang bertanggung jawab meningkatkan manajemen mutu Lab.IPA adalah instansi sekolah dan dinas pendidikan dan kebudayaan agar meningkatkan mutu pendidikan

    BalasHapus
  8. Menanggapi pertanyaan no.2 Siapa saja yang bertanggung jawab dalam meningkatkan manajemen mutu Lab.IPA ? menurut saya yang bertanggung jawab adalah kepala sekolah, Guru-guru bidang studi IPA, Kepala laboratorium, Teknisi dan Laboran.

    BalasHapus
  9. Menyikapi pertanyaan no 2.?
    semua pihak bertanggung jawab kegiatan yg berkaitan dg Labor tp yg lebih bertanggung jawab pihak kepala sekolah,guru.

    BalasHapus
  10. Menanggapi pertanyaan no 2 yaitu Siapa saja yang bertanggung jawab dalam meningkatkan manajemen mutu Lab.IPA ? Pihak yang bertanggung jawab tentunya adalah Kepala sekolah dibantu oleh wakil kepala sekolah kurikulum dan sarana prasarana, kepala laboratorium, Guru-guru bidang studi IPA, teknisi dan laboran. Masing-masing memiliki tugas dan tanggung jawab untuk meningkatkan mutu laboratorium

    BalasHapus
  11. Assalamualaikum
    saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 2, sumua pihak yang ada dalam labor dan pemimpin sekolah bertanggung jawab tentunya. Seperti kepala sekolah, kepala labor, laboran dan teknisi, dan iswa itu sendiri.

    BalasHapus
  12. saya akan menjawab nomor 2 yaitu menurut saya yang paling bertanggung jawab terhadap peningkatan pelaksanaan sistem manajemen mutu labor IPA dan peningkatan kinerja laboratorium adalah kepala laboratorium yang memiliki keterampilan teknis /laboran. Manajemen teknis dan manager juga memastikan kesesuaian majemen labor dengan ISO/IEC 17025:2005 yang telah ditetapkan dalam panduan mutu. Disamping itu kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru dan staf administrasi juga mengambil peran dalam meningkatkan sistem manajemen labor IPA.

    BalasHapus
  13. saya mencoba menanggapi pertanyaan no 2.
    Menurut saya pihak-pihak yang terlibat dalam meningkatkan manajemen mutu laboratorium ipa yaitu semua pihak yang ada disekolah dimulai dari kepala sekolah, guru, pegawai sekolah, dan termasuk siswa. Dimana pihak-pihak tersebut akan dibentuk dalam suatu susunan struktur organisasi manajemen laboratorium IPA yang terdiri dari kepala laboratorium, teknisi, laboran yang nantinya pihak tersebut akan lebih berfokus pada tanggung jawab tugasnya masing-masing. tugas siswa disini lebih dalam bentuk menjaga dan merawat semua peralatan,bahan dan lingkunga agar tetap selalu dalam keadaan baik.

    BalasHapus
  14. menanggapi pertanyaan nomor 2. Siapa saja yang bertanggungjawab? secara struktural adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah bagian sarana dan prasarana, guru bidang studi IPA, kepala laboratorium dan anggotanya. Terima kasih

    BalasHapus
  15. Assalamualaikum wr.wb
    Saya mencoba menjawab no 2.
    Yang bertanggung jawab kepala sekolah,wakil kepala sekolah, kepala laboratorium, guru ipa dan teknisi serta laboran
    Terima kasih

    BalasHapus
  16. menaggapi pertanyaan 1 tidak terlaksananya salah satu dari proses menejemen dengan baik maka akan berdampak pada menurunyya mutu pembelajaraan laboratorium, pada standar proses yang tidak sesuai dengan standar yang telah ada

    BalasHapus
  17. Assalamualaikum, saya mencoba menjawab pertanyaan nomor 2, menurut saya yang berperan meningkatkan mutu lab disekolah adalah warga sekolah itu sendiri, yaitu terdiri dari kepala sekolah, kepala lab, guru IPA.

    BalasHapus
  18. Assalamualaikum
    Saya akan mencoba menjawan nomr 1 dan 2
    Yang ke 1, apabila salah satu manajemen mutu lab yidak terlaksana dengan baik, tentu ada dampak negatifnya, yaitu, suatu instansi atau sekolah tersebut dinilai tidak memiliki kualitas yang mumpuni, dan tidak mampu mengelola laboratorium dengan baik. Kemudian, dampaknya ialah terganggunya proses kegiatan di laboratorium itu sendiri.

    BalasHapus
  19. Kemudian nomr 2,, ialah pihak yang ada di sekolah itu sendiri. Mulai dari kepala sekolah, guru, laboran (jika ada) dan bisa melibatkan siswa.

    BalasHapus
  20. Menanggapi pertanyaan no.2 Siapa saja yang bertanggung jawab dalam meningkatkan manajemen mutu Lab.IPA ?
    Menurut saya yang bertanggung jawab adalah kepala sekolah, kepala laboratorium, laboran, teknisi dan dapat juga melibatkan siswa agar timbul sikap tanggung jawab dalam diri siswa.

    BalasHapus
  21. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 3, yaitu Apa saja yang perlu dinilai tim asesor dalam proses akreditasi Lab.IPA ? Setahu saya yang dinilai adalah sistem manajemen pada laboratorium tersebut, keadaan laboratorium, sumberdaya alam yang tersedia, kelengkapan alat dan bahan, kebersihan laboratorium dan segala hal yang berhubungan dengan kelengkapan laboratorium

    BalasHapus