Sistem Manajemen Mutu
Laboratorium IPA
Kebijakan
sistem manajemen laboratorium terkait dengan mutu, termasuk pernyataan
kebijakan mutu, harus dinyatakan dalam panduan mutu (apapun namanya).
Pernyataan kebijakan mutu harus diterbitkan dibawah kewenangan manajemen
puncak. Pernyataan kebijakan mutu dari manajemen puncak atau pimpinan tertinggi
sebagai pencerminan komitmen laboratorium secara menyeluruh adalah sangat
penting dalam memberikan jaminan kepuasan pelanggan.
Kebijakan
mutu sesuai SNI ISO 9000:2008 adalah
maksud dan arahan secara menyeluruh sebuah organisasi yang terkait
dengan mutu seperti yang dinyatakan secara resmi oleh pimpinan puncak. Secara
umum, kebijakan mutu laboratorium merupakan pernyataan kebijakan organisasi
untuk memelihara standar tertinggi dari jasa pengujian. Dengan demikian,
kebijakan mutu adalah filosofi laboratorium atau janji yang diberikan kepada
pelanggan untuk ditepati.
Pernyataan kebijakan mutu
sekurang-kurangnya berisi:
a) komitmen manajemen laboratorium pada
praktek profesional yang baik dan pada mutu pengujian dalam melayani pelanggan;
b) pernyataan
manajemen untuk standar pelayanan laboratorium;
c) tujuan dari
sistem manajemen berkaitan dengan mutu;
d) persyaratan yang menyatakan bahwa
semua personil yang terlibat dalam kegiatan pengujian di laboratorium harus
memahami dokumentasi mutu dan menerapkan kebijakan serta prosedur di dalam pekerjaan
mereka; dan
e) komitmen manajemen laboratorium
untuk berkesesuaian dengan standar sistem manajemen mutu laboratorium
berdasarkan ISO/IEC 17025: 2005 dan secara berkelanjutan meningkatkan
efektivitas sistem manajemen.
Selain itu,
kebijakan mutu mencakup persyaratan bahwa pengujian harus selalu dilakukan
sesuai dengan metode yang telah ditetapkan dan persyaratan pelanggan. Secara
umum, pernyataan kebijakan mutu sebaiknya harus singkat, ringkas dan jelas
sehingga dapat dipahami, diterapkan serta dipelihara oleh seluruh personil di
semua tingkatan organisasi dalam segala kegiatan operasional laboratorium.
Apabila laboratorium lingkungan merupakan bagian dari organisasi yang lebih
besar, beberapa unsur kebijakan mutu dapat ditempatkan pada dokumen-dokumen
yang lain.
Dalam menetapkan kebijakan mutu,
manajemen puncak hendaknya mempertimbangkan beberapa hal, antara lain:
a)
tingkat dan
tipe perbaikan mendatang yang dibutuhkan bagi keberhasilan organisasi;
b)
tingkat
kepuasan pelanggan yang diharapkan atau diinginkan;
c)
pengembangan
personil dalam organisasi;
d)
kebutuhan
dan harapan pihak lain yang berkepentingan;
e)
sumber daya
yang diperlukan untuk melampaui persyaratan ISO/IEC 17025: 2005;
f)
kontribusi
potensial dari pemasok dan mitra.
Apabila kebijakan mutu laboratorium telah ditetapkan maka manajemen
puncak hendaknya menggunakan kebijakan mutu tersebut sebagai sarana memimpin
organisasi ke arah perbaikan kinerja. Kebijakan mutu laboratorium hendaknya
konsisten dan merupakan bagian dari kebijakan dan strategi organisasi secara
menyeluruh. Kebijakan mutu dapat digunakan untuk perbaikan, apabila:
a) konsisten
dengan misi dan strategi manajemen puncak bagi masa depan organisasi;
b) memungkinkan
sasaran mutu dipahami dan diusahakan di seluruh organisasi;
c) memperagakan komitmen manajemen puncak pada mutu dan penyediaan sumber
daya yang memadai bagi pencapaian sasaran;
d) membantu mempromosikan
komitmen terhadap mutu di seluruh organisasi dengan kepemimpinan yang jelas
oleh manajemen puncak;
e) mencakup
perbaikan berkesinambungan yang berkaitan dengan pemuasan kebutuhan dan harapan
pelanggan dan pihak lain yang berkepentingan; dan
f) dirumuskan
secara efektif dan dikomunikasikan secara efisien.
Prosedur sistem manajemen mutu laboratorium yang disyaratkan oleh ISO/IEC
17025: 2005, sekurang-kurangnya, adalah sebagai berikut:
1)
Independensi
Laboratorium dan Perlindungan Hak Pelanggan;
2)
Pengendalian
Rekaman dan Dokumen Sistem Manajemen Mutu;
3) Kaji Ulang
Permintaan, Tender dan Kontrak Serta Subkontrak Pengujian;
4)
Evaluasi
Pemasok dan Pembelian;
5)
Pelayanan
Kepada Pelanggan dan Penyelesaian Pengaduan;
6) Pengendalian Pekerjaan Pengujian yang Tidak
Sesuai dan Peningkatan Berkelanjutan;
7)
Tindakan
Perbaikan dan Pencegahan;
8)
Audit
Internal Laboratorium;
9)
Kaji Ulang
Manajemen;
10)
Pengembangan
Personil Laboratorium;
11)
Pengendalian
Kondisi Akomodasi dan Lingkungan Pengujian;
12)
Pemilihan,
Pemutakhiran dan Validasi Metode Pengujian;
13)
Perhitungan
Estimasi Ketidakpastian Pengujian;
14)
Pengelolaan
Peralatan dan Bahan Acuan;
15)
Pengambilan
Sampel dan Pengelolaan Sampel;
16) Pengendalian Mutu Hasil Pengujian dan Uji
Banding Antar Laboratorium;
17)
Laporan
Hasil Pengujian;
18) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta
Pengelolaan Limbah Laboratorium.
Prosedur
K3 dan pengelolaan limbah laboratorium bukan bagian persyaratan ISO/IEC 17025:
2005 namun merupakan persyaratan PERMENLH 06 Tahun 2009 tentang laboratorium
lingkungan.
Dari uraian di atas timbul beberapa pertanyaan dari
penulis :
1. Bagaimana kalau salah satu proses manajemen mutu Lab.
IPA tidak terlaksa dengan baik, apakah ada dampak negatifnya ?
2. Siapa saja yang bertanggung jawab dalam meningkatkan
manajemen mutu Lab.IPA ?
3. Apa saja yang perlu dinilai tim asesor dalam proses
akreditasi Lab.IPA ?
terima kasih....
BalasHapusuntuk soal nmor 1. jika salah satu tidak terlaksana dengan baik maka akan berdampak pada pembelajaraan laboratorium, pada standar akreditas. kerena semua berpacu ke akreditas sebagai standar laboratorium.
soal nmor 2. yang bertanggung jawab adalah pihak sekolah/bagian dari isntansi. tp yang berperan aktif adalah petugas atau yang diamanahkan dalam pengelola lab.
Menanggapi pertanyaan nomor dua yaitu Siapa saja yang bertanggung jawab dalam meningkatkan manajemen mutu Lab.IPA ?
BalasHapusYang bertanggungjawab atas peningkatan manajeman mutu adalah warga sekolah terdiri dari Kepala sekolah, Guru IPA, Kepala Lab IPA, Laboran/Teknisi yang bertugas di Lab IPA.
Salam
Agung Laksono
menanggapi pertanyaan no 3, menurut saya yang perlu di nilai saat proses akreditas leb adalah : 1. kelayakan ruangan, sudah memenuhi standar leb atau belum
BalasHapus2. kelengkapan alat yang ada dalam leb.
3. sistem keamanan dalam leb
4. stuktur organisasi leb berjalan dengan baik atau tidak. sekian...
terimakasih artikelnya, terkait pertanyaan kedua Siapa sajakah pihak yang terlibat dalam peningkatan sistem manajemen mutu laboratorium IPA ? menurut saya yang terlibat pertama adalah kepala sekolah dan pengadaan alatnya, lalu ada kepala labor, selanjutnya laboran dan eknisi, guru mata pelajaran juga murid yang menggunakannya.karena semua yang bekerja dalam laboratorium tersebut terlibat dalam peningkatan manajemen mutunya.
BalasHapusMencoba menanggapi pertanyaan nomor 2, yang bertanggung jawab dalam meningkatkan manajemen mutu Lab.IPA yaitu:
BalasHapus1. Kepala laboratorium terpadu
2. Staf administrasi laboratorium
3. Tim ahli
4. Analisis
5. Teknisi
6. Laboran
Menanggapi soal no 2.
BalasHapussaya sangat setuju sekali dengan jawaban dari rekan rekan semua.
menambahkan sedikit, tentang tugas dari penanggung jawab tersebut. Dimana :
Tugas-tugas kepala sekolah:
Memberi tugas kepada penanggung jawab teknis laboratorium IPA, penanggungjawab mata pelajaran ( fisika, biologi, kimia)
Memberikan bimbingan, motivasi, pemantauan, dan evaluasi kepada petugas-petugas laboratorium
Memberikan motivasi kepada guru-guru IPA dalam hal kegiatan laboratorium IPA
Menyediakan dana keperluan operasional laboratorium
Tugas Penanggung jawab teknis laboratorium:
Bertanggungjawab atas kelengkapan administrasi laboratorium
Bertanggungjawab atas kelancaran kegiatan laboratorium
Mengusulkan kepada kepala sekolah tentang pengadaan alat/bahan laboratorium
Bertanggung jawab tentang kebersihan, penyimpanan, perawatan, dan perbaikan alat
Tugas Kepala laboratorium
Mengkoordinasikan guru mata pelajarn IPA (Fisika,biologi, kimia)
Perencanaan pengadaan alat dan bahan laboratorium
Menyusun jadwal dan tata tertib penggunaan laboratorium
Mengatur penyimpanan dan daftar alat-alat laboratorium
Mengatur penyimpanan dan daftar alat-alat laboratorium
Memelihara dan perbaikan alat-alat laboratorium
Inventarisasi dan pengadministrasian peminjaman alat-alat laboratorium
Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan laboratorium
Menurut pendapat saya yang bertanggung jawab meningkatkan manajemen mutu Lab.IPA adalah instansi sekolah dan dinas pendidikan dan kebudayaan agar meningkatkan mutu pendidikan
BalasHapusMenanggapi pertanyaan no.2 Siapa saja yang bertanggung jawab dalam meningkatkan manajemen mutu Lab.IPA ? menurut saya yang bertanggung jawab adalah kepala sekolah, Guru-guru bidang studi IPA, Kepala laboratorium, Teknisi dan Laboran.
BalasHapusMenyikapi pertanyaan no 2.?
BalasHapussemua pihak bertanggung jawab kegiatan yg berkaitan dg Labor tp yg lebih bertanggung jawab pihak kepala sekolah,guru.
Menanggapi pertanyaan no 2 yaitu Siapa saja yang bertanggung jawab dalam meningkatkan manajemen mutu Lab.IPA ? Pihak yang bertanggung jawab tentunya adalah Kepala sekolah dibantu oleh wakil kepala sekolah kurikulum dan sarana prasarana, kepala laboratorium, Guru-guru bidang studi IPA, teknisi dan laboran. Masing-masing memiliki tugas dan tanggung jawab untuk meningkatkan mutu laboratorium
BalasHapusAssalamualaikum
BalasHapussaya akan mencoba menjawab pertanyaan no 2, sumua pihak yang ada dalam labor dan pemimpin sekolah bertanggung jawab tentunya. Seperti kepala sekolah, kepala labor, laboran dan teknisi, dan iswa itu sendiri.
saya akan menjawab nomor 2 yaitu menurut saya yang paling bertanggung jawab terhadap peningkatan pelaksanaan sistem manajemen mutu labor IPA dan peningkatan kinerja laboratorium adalah kepala laboratorium yang memiliki keterampilan teknis /laboran. Manajemen teknis dan manager juga memastikan kesesuaian majemen labor dengan ISO/IEC 17025:2005 yang telah ditetapkan dalam panduan mutu. Disamping itu kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru dan staf administrasi juga mengambil peran dalam meningkatkan sistem manajemen labor IPA.
BalasHapussaya mencoba menanggapi pertanyaan no 2.
BalasHapusMenurut saya pihak-pihak yang terlibat dalam meningkatkan manajemen mutu laboratorium ipa yaitu semua pihak yang ada disekolah dimulai dari kepala sekolah, guru, pegawai sekolah, dan termasuk siswa. Dimana pihak-pihak tersebut akan dibentuk dalam suatu susunan struktur organisasi manajemen laboratorium IPA yang terdiri dari kepala laboratorium, teknisi, laboran yang nantinya pihak tersebut akan lebih berfokus pada tanggung jawab tugasnya masing-masing. tugas siswa disini lebih dalam bentuk menjaga dan merawat semua peralatan,bahan dan lingkunga agar tetap selalu dalam keadaan baik.
menanggapi pertanyaan nomor 2. Siapa saja yang bertanggungjawab? secara struktural adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah bagian sarana dan prasarana, guru bidang studi IPA, kepala laboratorium dan anggotanya. Terima kasih
BalasHapusAssalamualaikum wr.wb
BalasHapusSaya mencoba menjawab no 2.
Yang bertanggung jawab kepala sekolah,wakil kepala sekolah, kepala laboratorium, guru ipa dan teknisi serta laboran
Terima kasih
menaggapi pertanyaan 1 tidak terlaksananya salah satu dari proses menejemen dengan baik maka akan berdampak pada menurunyya mutu pembelajaraan laboratorium, pada standar proses yang tidak sesuai dengan standar yang telah ada
BalasHapusAssalamualaikum, saya mencoba menjawab pertanyaan nomor 2, menurut saya yang berperan meningkatkan mutu lab disekolah adalah warga sekolah itu sendiri, yaitu terdiri dari kepala sekolah, kepala lab, guru IPA.
BalasHapusAssalamualaikum
BalasHapusSaya akan mencoba menjawan nomr 1 dan 2
Yang ke 1, apabila salah satu manajemen mutu lab yidak terlaksana dengan baik, tentu ada dampak negatifnya, yaitu, suatu instansi atau sekolah tersebut dinilai tidak memiliki kualitas yang mumpuni, dan tidak mampu mengelola laboratorium dengan baik. Kemudian, dampaknya ialah terganggunya proses kegiatan di laboratorium itu sendiri.
Kemudian nomr 2,, ialah pihak yang ada di sekolah itu sendiri. Mulai dari kepala sekolah, guru, laboran (jika ada) dan bisa melibatkan siswa.
BalasHapusMenanggapi pertanyaan no.2 Siapa saja yang bertanggung jawab dalam meningkatkan manajemen mutu Lab.IPA ?
BalasHapusMenurut saya yang bertanggung jawab adalah kepala sekolah, kepala laboratorium, laboran, teknisi dan dapat juga melibatkan siswa agar timbul sikap tanggung jawab dalam diri siswa.
Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 3, yaitu Apa saja yang perlu dinilai tim asesor dalam proses akreditasi Lab.IPA ? Setahu saya yang dinilai adalah sistem manajemen pada laboratorium tersebut, keadaan laboratorium, sumberdaya alam yang tersedia, kelengkapan alat dan bahan, kebersihan laboratorium dan segala hal yang berhubungan dengan kelengkapan laboratorium
BalasHapus