FUNGSI MANAJEMEN
LABORATORIUM
Laboratorium
adalah bagian integral dari bidang akademik (bukan bagian dari rumah tangga
atau administrasi), maka manajemen laboratorium perlu direncanakan seiring
dengan perencanaan akademik (program dan anggarannya). Peranan laboratorium
sangat besar dalam menentukan mutu pendidikan karena laboratoriumlah yang
menghasilkan karya-karya ilmiah yang membanggakan, yang tak dapat dihasilkan
oleh institusi lainnya. Sehingga bagi perguruan tinngi yang bermutu,
laboratorium menjadi bagian yang dikedepankan.
Manual
Prosedur Pengelolaan Laboratorium adalah serangkaian tindakan yang harus
dilakukan oleh pengelola laboratorium agar penjaminan mutu laboratorium bisa
dilaksanakan dengan baik. Tindakan-tindakan tersebut meliputi perencanaan,
pelaksanaan, pengendalian, dan penyempurnaan laboratorium.
A. Manajemen Dasar
Secara
umum manajemen sering didefinisikan sebagai, “Getting things done through other
people – menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain”. Telah disebutkan
berkali-kali bahwa supervisor merupakan manajer lini terdepan yang melaksanakan
pekerjaan manajemen untuk merencanakan, mengorganisir, mengeksekusi rencana,
serta mengendalikan dan mengontrol proses pekerjaan menuju hasil yang
diharapkan.
Oleh karena itu
supervisor wajib bekerja secara :
1.
Efektif, melakukan sesuatu dengan membawa hasil.
2.
Efisien, melakukan sesuatu dengan hemat sumber daya.
Manajemen
adalah proses perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan, dan pengendalian
upaya anggota organisasi dan penggunaan semua sumber daya organisasi untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
B. Fungsi - Fungsi Manajemen
Seperti
yang kita ketahui bahwa manajemen itu untuk mengelola. Mengelola suatu
persoalan yang sebelumnya belum tersusun rapi atau teratur. Manajemen dapat
dipakai di kehidupan sehari-hari.
Orang
jika sudah biasa membentuk manajemen, maka tidak akan merasa nyaman bila ada
yang terlihat berantakan di sekitarnya. Mengapa demikian? Karena, manajemen
untuk memudahkan Anda dalam mengatur banyak hal, misalnya pekerjaan.
Pada
umumnya terdapat beberapa fungsi yang dapat diimplementasikan dalam manajemen,
yaitu:
1. Perencanaan
(planning)
Salah
satu dari fungsi manajemen yaitu perencanaan atau planning yang
merupakan kegiatan untuk membuat tujuan dari sebuah perusahaan dengan beberapa
rencana untuk mendapatkan tujuan.
Perencanaan
adalah cara terbaik untuk mengejar dan membuat tujuan perusahaan agar mampu
teraih dengan baik. Karena memang tanpa adanya perencanaan fungsi manajemen tak
dapat berjalan.
Tugas
dari perencanaan antara lain :
1)
Membuat target.
2)
Membuat rencana kegiatan yang dibutuhkan untuk pencapaian target.
3)
Mengatur urutan pelaksanaan.
4)
Menyusun anggaran biaya.
5)
Membuat SOP mengenai pelaksanaan pekerjaan.
2. Pengorganisasian
(organizing)
Pengorganisasian
adalah membagi kegiatan besar menjadi kegiatan kecil. Caranya dengan
membagi setiap tugas supaya bisa secara mudah meraih tujuan dari sebuah
perusahaan. Kegiatan menghubungkan serta mengatur pekerjaan dapat dilaksanakan
dengan secara efisien dan efektif dengan cara sebagai berikut:
1)
Desain struktur organisasi.
2)
Tentukan job description setiap jabatan untuk meraih sasaran organisasi.
3)
Mendelegasikan tanggung jawab dan wewenang, menetapkan tanggung jawab dari
hasil yang sudah dicapai.
4)
Membedakan antara atasan dan staff.
3. Pengarahan
(directing)
Pengarahan
adalah tindakan dan upaya supaya semua anggota kelompok bisa berusaha untuk
mendapatkan tujuan yang telah sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha.
Proses
implementasi sebuah program supaya mampu dilakukan oleh seluruh pihak dalam
organisasi tersebut. Selain itu juga dapat memotivasi seluruh pihak supaya
dapat melaksanakan tanggung jawab dan penuh kesadaran.
Fungsi
pengarahan dan implementasi mempunyai tugas sebagai berikut:
1)
Mengimplementasikan sebuah proses pembimbingan, kepemimpinan, dan pemberian
motivasi bagi tenaga kerja.
2)
Memberikan tugas yang teratur mengenai pekerjaan.
3)
Menjelaskan kebijakan yang sudah ditetapkan.
4. Penempatan
(Staffing)
Penempatan
tak jauh beda dengan pengorganisasian tetapi untuk staffing lebih
luas. Jika organizing lebih ke manajemen SDA (Sumber Daya manusia).
Nah sedangkan untuk penempatan tertuju pada sumber daya secara umum. Contohnya
peralatan yang dimiliki.
5. Mengkoordinasi
(Coordinating)
Mengkoordinasi
adalah fungsi yang bertujuan demi meningkatkan efisiensi dan efektifitas
kinerja, membuat lingkungan kerja menjadi sehat, nyaman, dinamis, dll. Fungsi
ini dilakukan oleh seorang manajer. Jadi, manajer mempunyai fungsi utama dalam
mengkoordinasi bawahannya agar dapat meningkatkan kinerjanya.
6. Mengontrol
(Controlling)
Mengontrol
merupakan fungsi terakhir manajemen. Setelah semua fungsi dilakukan maka
langkah yang terakhir yaitu mengontrolnya. Dalam fungsi ini ada beberapa elemen
penting, misalnya evaluasi serta membuat kebijakan baru.
Fungsi
mengontrol cukup penting agar kinerja orang-orang tidak menurun, paling tidak
masih dalam batas standard, dan bagusnya adalah dapat meningkat.
Unsur-Unsur Manajemen
Ada
beberapa unsur-unsur manajemen yang perlu Anda ketahui yaitu:
1. Human (Manusia)
Sarana
utama setiap manajer adalah mencapai tujuan yang sudah ditentukan oleh manusia
terlebih dahulu. Tanpa ada manusia, seorang manajer tidak akan dapat mencapai
tujuannya.
2. Money (Uang)
Untuk
melakukan berbagai kegiatan perusahaan diperlukan adanya uang. Uang digunakan
untuk membayar gaji karyawan, membeli peralatan dan bahan-bahan. Nah, paling
penting adalah Anda harus mampu menggunakannya secara efektif supaya tujuan
tercapai dengan menggunakan biaya yang rendah.
3. Materials (Bahan)
Material
adalah faktor pendukung utama di dalam proses produksi. Material juga
mempengaruhi kelancaran proses produksi. Apabila tidak ada bahan, maka proses
produksi tidak bisa berjalan. Bahan-bahan yang diperlukan misalnya adalah bahan
baku dan juga bahan pembantu untuk menunjang proses produksi.
4. Machines (Mesin)
Saat
ini teknologi sudah maju, sehingga perusahaan-perusahaan dapat menggunakan
mesin-mesin yang canggih dalam pelaksanaan kegiatan perusahaan.
5. Methods (Metode)
Untuk
melakukan kegiatan supaya berdaya guna serta berhasil guna, Anda dihadapkan
pada pilihan berbagai alternatif metode untuk melakukan pekerjaan. Oleh karena
itu, pilihlah metode yang benar guna mencapai tujuan.
6. Market (Pasar)
Pasar
juga merupakan sarana yang penting dalam manajemen. Tanpa adanya pasar, hasil
produksi Anda tidak ada artinya.
C. Pengelolaan
Laboratorium Bermutu
Pengelola
laboratorium terdiri dari : (1) kepala laboratorium, (2) teknisi, (3) laboran,
dan (4) petugas kebersihan. Rincian syarat, tanggung jawab, dan wewenang
masing-masing pengelola laboratorium diuraikan di bawah ini.
Prosedur
pengelolaan laboratorium adalah langkah-langkah yang harus dilakukan oleh
pengelola laboratorium agar laboratorium yang dikelolanya bermutu.
Langkah-langkah tersebut meliputi: perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, dan
penyempurnaan (P4). Pada tahap perencanaan, pengelola laboratorium harus
melakukan hal-hal di bawah ini:
Usaha Dalam Pengelolaan
Laboratorium
Pengelolaan laboratorium adalah kegiatan menggerakkan sekelompok orang
(sdm),keuangan, peralatan, fasilitas dan atau segala obyek fisik lainnya secara
efektif dan efisienuntuk mencapai tujuan atau sasaran tertentu yang di harapkan
secara optimal.Pengelolaan laboratorium secara umum meliputi aspek:
Perencanaan
yaitu proses pemikiran yang sistematis, analitis, logis tentang kegiatan yang
harus dilakukan, langkah-langkah, metode, sdm, tenaga, dan dana yang
dibutuhkanuntuk mencapai tujuan yang telah ditentukan secara efektif dan
efisien.
Ø Penataan
alat dan bahan yaitu proses pengaturan alat / bahan di laboratorium
agar tertata dengan baik.
Ø Pengadministrasian
laboratorium yaitu suatu proses pencatatan atau inventarisasifasilitas dan
aktifitas laboratorium.Dengan pengadministrasian yang tepat semua fasilitasdan
aktifitas laboratorium dapat terorganisir dengan sistematis.
Ø Pengamanan,perawatan
dan pengawasan.
Setiap
penggunaan laboratorium baik untuk praktikum maupun penelitian harus
menyerahkan terlebih dahulu jadwal penggunaannya sehingga tidak terjadi tumpang
tindih jadwal penggunaan laboratorium. Selain itu pengguna laboratorium harus
memakai peralatan laboratorium seperti jas, masker dan sarung tangan (jika
diperlukan) dan mengikuti prosedur peminjaman alat dan permintaan bahan yang
berlaku di laboratorium.
Fungsi Laboratorium
Secara
umum fungsi semua laboratorium adalah antara lain :
Ø Sebagai
tempat dilakukannya percobaan Alat-alat laboratorium dan bahan-bahan praktikum
tidak mungkin semuanya diletakkan dalam kelas, oleh karena itu percobaan
dilakukan di dalam laboratorium.
Ø Sebagai
tempat penunjang kegiatan kelas Dengan adanya kegiatan pembalajaran di
laboratorium, mahasiswa dapat mengamati gejala-gejala yang terjadi dalam
percobaan secara langsung dan tidak hanya belajar menurut teori-teori yang ada.
Ø Sebagai
tempat display / pameran Laboratorium juga dapat digunakan sebagai tempat
pameran atau display dari hasil-hasil percobaan atau penelitian yang telah
dilakukan, agar memberi gambaran lebih bagi mahasiswa dan dapat memotivasi
untuk penelitian atau percobaan yang lebih baik.
Ø Sebagai
tempat koleksi sejumlah species langka Dengan adanya koleksi sejumlah species
memudahkan mahasiswa mengamati secara langsung spesies yang mungkin sulit untuk
menemukannya.
Ø Sebagai
museum kecil Hasil-hasil penelitian dan sejumlah species langka di
kumpulkan dan diklasifikasikan, sehingga laboratorium dapat digunakan sebagai
museum kecil.
Adapun
tujuan proses pembelajaran di laboratorium bagi siswa maupun mahaiswa/mahasiswi
yaitu :
Ø Teliti
dalam pengamatan dan cermat dalam pencatatan pada saat pengamatan
Ø Mampu
menafsirkan hasil percobaan untuk memperoleh penemuan dan dapat memecahkan
masalah
Ø Mampu
merencanakan dan melaksanakan percobaan
Ø Terampil
menggunakan alat-alat lab
Ø Tumbuh
sikap positif terhadap kegiatan praktikum
Di
samping itu ada beberapa ruangan lain yang merupakan bagian dari laboratorium
yaitu:
1. Ruang
persiapan
2. Ruang
penyimpanan (gudang)
3. Ruang
gelap
4. Ruang
timbang
5. Kebun
dan rumah kaca
Manajemen
Laboratorium (Laboratory Management), usaha untuk mengelola laboratorium
berdasar konsep manajemen baku. Suatu laboratorium dapat dikelola dengan baik
apabila didukung oleh beberapa faktor yaitu:
a)Peralatan
laboratorium yang canggih,
b)
Staf yang profesional, dan
c)Manajemen
yang baik.
Agar
semua kegiatan yang dilakukan di laboratorium berjalan dengan lancar, maka
dibutuhkan sistem pengelolaan laboratorium yang sesuai dengan situasi dan
kondisi setempat.
Untuk
mengelola laboratorium, terlebih dahulu dikenal perangkat-perangkat yang akan
dikelola adalah :
1. Tata
Ruang
Ø Laboratorium
sebaiknya ditata sedemikian rupa sehinggfa dapat berfungsi dengan baik, tata
ruang yang sempurna mestinya dimulai sejak perencanaan sebuah gedung
laboratorium.
Ø Tata
ruang yang baik harus mempunyai: pintu masuk, pintu keluar, pintu emergency, Ruang persiapan, ruang peralatan, ruang penyimpanan, ruang staf, ruang tekhnisi, ruangseminar, ruang bekerja, ruang istirahat/ibadah, ruang prakarsa
kebersihan, ruangperalatan keselamatan kerja, Lemari praktikan, Lemari
gelas, Lemari alat-alat optik, Pintu jendela dengan kawat kasa, ruang AC/Fan,
untuk alat-alat tertentu yang memerlukan persyaratan tertentu.
2. Alat
yang terkalibrasi
Setiap
alat yang akan dioperasikan harus benar-benar dalam kondisi: Siap untuk
dipakai, bersih, terkalibrasi, tidak rusak, dan dapat beroperasi dengan baik.
3. Administrasi
Laboratorium
Adm.
Laboratorium meliputi segala kegiatan administrasi yang ada dilaboratorium,
yang terdiri dari:
Ø Inventarisasi
alat-alat Laboratorium yang ada
Ø Daftar
kebutuhan alat baru, alat tambahan, alat rusak, alat dipinjam/ dikembalikan
Ø Keluar
masuk surat menyurat
Ø Daftar
pemakaian laboratorium untuk prak/penelitian
Ø Daftar
inventarisasi bahan-bahan kimia/non kimia
Ø Daftar
inventarisasi alat-alat meubelair (meja, kursi, bangku, lemari dsb)
Ø Sistem
evaluasi dan pelaporan
4. Organisasi
Laboratorium
Ø Organisasi
laboratorium meliputi struktur organisasi, deskripsi pekerjaan, serta susunan
personalia yang mengelola laboratorium tsb.
Ø Penanggung
jawab tertinggi organisasi di dalam laboratorium adalah Kepala
Laboratorium.
Ø Kalaboratorium
bertanggung jawab terhadap semua kegiatan yang dilakukan dan pada semua
peralatan yang ada, sementara laboratorium yang berada dibawah kalaboratorium
harus sepenuhnya btanggung jawab pada semua pekerjaan yang dibebankan kepadanya.
Ø Untuk
mengantisipasi terjadinya kerusakan peralatan, keberadaan tenaga teknisi
tetapsangat diperlukan.
5. Keselamatan
Laboratorium
a. tanggung
jawab, Kalaboratorium, laboran, termasuk asistan bertanngung jawab
penuh terhadap segala kecelakaan yang mungkin timbul
b. kerapian,
semua koridor, jalan keluar, alat pemadam api, harus bebas dari hambatan,
lantai bebas dari minyak, air & material lain, semua alat-alat dikembalikan
ketempatnyasemula setelah digunakan.
c. kebersihan
masing-masing pekerja di Laboratorium
d. Pertolongan
pertama, semua kecelakaan bagaimanapun ringanx ditangani di tempat tertentu.
Setaip laboratorium harus memiliki kotak PPPK
e. Pakaian,
Saat bekerja dilaboratorium dilarang memakai baju longgar, kancing terbuka,
kalung teruntai, rambut harus dilindungi dari mesin-mesin yang bergerak.
f. Berlari
di Laboratorium, tidak dibenarkan berlari di laboratorium atau
koridor, untuk menghindari tabrakan dengan orang lain.
g. Pintu,
pintu Laboratorium harus dilengkapi dengan jendela pengintip untuk
mencegah terjadinya kecelakaan.
h. Alat,
alat seharusnya ditempatkan ditengah meja agar tidak jatuh dilantai,
selain itu alat jg ditempatkan dekat dengan sumber listrik sebagai sumber
tenaganya, demikian jugaalat-alat yang memerlukan air harus didekatkan dengan sumber air.
6. Disiplin
yang tinggi
Ø Disiplin
yang tinggi dari laboratorium ataupun tenaga terampil yang ada, akan
mendukung terwujudnya efisiensi kerja yang tinggi.
Ø Kedisiplinan
sangat dipengarhi oleh pola kebiasaan & perilaku dari manusianya sendiri.
Ø Oleh
karenanya seorang pekerja Laboratorium harus menyadari akan tugas,
wewenang dan fungsinya.
Ø Sesama
laboratorium ada kerjasama yang baik, sehingga setiap kesulitan dapat
diselesaikan bersama.
7. Keterampilan
Ø Keterampilan
para tenaga laboratorium harus selalu ditingkatkan kualitasnya, hal ini dapat
diperoleh melalui pendidikan tambahan, penataran, atau magang.
Dari
uraian di atas timbul beberapa pertanyaan !
1. Apa
saja faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja manejemen laboratorium?
2. Kenapa
di perlukan SOP (Standar Operasional Prosedur) dalam manjemen laboratorium?
Apabila tidak ada SOP apakah manejemen laboratorium bisa berjalan dengan baik ?
3. Mengapa pentingnya manajemen lab dalam kaitannya dengan
kurikulum 2013!
Menanggapi pertanyaan nomor 2. SOP sangat penting dalam pengelolaan Laboratorium. Dalam SOP dijelaskan dengan rinci langkah apa saja yang perlu dilakukan, yang boleh dilakukan dan yang dilarang dalam laboratorium. Selain untuk menjaga keamanan & kenyamanan, SOP diperlukan untuk menjaga kualitas dan mutu laboratorium. Terima kasih
BalasHapusMenanggapi soal no 2.
BalasHapuskarena dengan adanya sop maka akan meningkatkan kualitas dan mutu lab..
dimana pada sop ini mempunyai tujuan dan fungsi yang jelas, yaitu :
Tujuan SOP
1. Agar petugas/pegawai menjaga konsistensi dan tingkat kinerja petugas/pegawai atau tim dalam organisasi atau unit kerja.
2. Agar mengetahui dengan jelas peran dan fungsi tiap-tiap posisi dalam organisasi.
3. Memperjelas alur tugas, wewenang dan tanggung jawab dari petugas/pegawai terkait.
4. Melindungi organisasi atau unit kerja dan petugas/pegawai dari malpraktek atau kesalahan administrasi lainnya.
5. Untuk menghindari kegagalan atau kesalahan, keraguan, duplikasi dan inefisiensi.
Fungsi SOP
1. Memperlancar tugas petugas/pegawai atau tim/unit kerja.
2. Sebagai dasar hukum bila terjadi penyimpangan.
3. Mengetahui dengan jelas hambatan-hambatannya dan mudah dilacak.
4. Mengarahkan petugas/pegawai untuk sama-sama disiplin dalam bekerja.
5. Sebagai pedoman dalam melaksanakan pekerjaan rutin.
Mencoba menanggapi pertanyaan pertama, menurut saya hal yg mempengaruhi kinerja managemen leb adalah keadaan ruangan. Jika ruangan memberikan rasa nyaman, maka kinerja akan baik. Juga perlunya pengwasan. Ketika seorang di awasi maka kinerja nya akan smakin baik. Dan klengkapan alat, smkin lngkap maka kinerja seorang managemen leb akan makin baik.
BalasHapusAssalamualikum wr.wb
BalasHapusSaya mencoba menanggapi pertanyaan no 2.
SOP itu sangat penting dalam menejemen laboratorium karena dari persiapan sampai menutup laboratorium harus ada SOP nya supaya tidak terjadi segala kemungkinan yg tidak kita ingin kan. SOP Menjaga keamanan dan kenyamanan labor serta kualitas dan mutu labor
Terima kasih
3. Mengapa pentingnya manajemen lab dalam kaitannya dengan kurikulum 2013!
BalasHapusk13 merupakan pembelajaran ilmiah "sainstifik". di SMA sangat pembelajaran di LAB sangat diperlukan terutama dalam bidang sains sehingga siswa lebih memahami.dengan manajemen lab yang baik maka proses pembelajaran lab akan berjalan baik.
saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 3. Mengapa pentingnya manajemen lab dalam kaitannya dengan kurikulum 2013!
BalasHapusmenurut saya k13 merupakan pembelajaran ilmiah "sainstifik" karna Laboratorium adalah salah satu sarana yang penting untuk pendidikan dalam melakukan penelitian dan juga praktikum di sekolah atapun perguruan tinggi seperti mencari, mengumpulkan, mengembangkan keterampilan, bereksperimen serta menyimpulkan data yang telah diperoleh. terimakasih ^_^
Menanggapi pertanyaan nomor satu yaitu Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja manejemen laboratorium?
BalasHapusFaktor-faktor yang berpengaruh terhadap kinerja manejemen laboratorium bertitik tekan pada penyusunan Ruangan Laboratorium, pengadministrasian, Organisasi untuk mengatur proses pembelajaran dan tata tertib untuk semua pengunjung Laboratorium yang ber-SOP
Salam
Agung Laksono
Assalamualaikum
BalasHapusSaya akan menjawab pertanyaan no 2. SOP diperlukan dalam manajemen laboratorium untuk mempermudah dalam melakukan semua aktivitas di laboratorium. Karena dengan adanya SOP semua kegiatan labor dapt berjalan dengan baik.
Menanggapi pertanyaan nomor 1, yang mempengarui kinerja menejemen lab antaralain pertama faktor kompetensi individu yakni kemampuan staf yg dipilih untuk mengelola labor, teknisi dan tenaga laboran lain.
BalasHapusfaktor dukungan organisasi seperti pendanaan, sarana dan prasaran
dan faktor ketiga yaitu dukungan manajemen seperti SOP yg jelas dan pembagian tupoksi yg adil
Terimakasih ulasannya. Terkait pertanyaan pertama Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja manejemen laboratorium?menurut saya Ada banyak faktor diantaranya struktur laboratorium atau org2 yg bekerja, sopnya, alat bahan,tata ruang, administrasi,insfrastruktur dan banyak hal lainnya.. Apabila semua aspek tersebut dikelola dengan baik maka kinerja laboratorium tsb akan baik pula.terimakasih
BalasHapusMengapa pentingnya manajemen lab dalam kaitannya dengan kurikulum 2013!
BalasHapusManajemen labor dalam kaitannya dengan k13 sangat dipandang penting karena untuk menerapkan pembelajaran harus lah bersifat kontekstual dan ini tentunya membutuhkan laboratorium dengan sistem manajemen yang baik tentunya
Menurut pendapat saya SOP sangat dibutuhkan dalam manjemen laboratorium agar labor dapat berjalan dengan baik dan terdapat kejelasan dalam manajemen laboratorium yang memiliki tanggung jawab masing-masing dalam maanajemen labor,jika tidak terdapat SOP maka manajemen labor tidak dapat berjalan dengan baik
BalasHapusSaya akan mencoba menjawab pertanyaan Nomor 2, Karena jika tidak ada SOP, semua manajemen misal pembuatan inventaris, jadwa, pelabelan alat dan bahan, tata tertib, dll tidak memiliki panduan atau pedoman. Guna SOP selain sebagai acuan atau pedoman pelaksanaan manajemen laboratorium, juga memperkuat aturan yang yang dibuat oleh kepala labor yang ditanda tangani oleh kepala sekolah, jadi jika sewaktu-waktu ada yang menyimpang dari aturan, kepala labor telah memiliki SOP. Jika tidak ada SOP manajemen labor tidak akan berjalan dengan baik. Jdi menurut saya, SOP itu wajib hukumnya.
BalasHapusSaya akan mencoba menjawab pertanyaan no 1 yaitu, Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja manejemen laboratorium? Faktor yang mempengaruhi adalah sumberdaya manusia, sarana dan prasarana dan penggunaan laboratorium
BalasHapusMenanggapi pertanyaan no.2. Kenapa di perlukan SOP (Standar Operasional Prosedur) dalam manjemen laboratorium? Apabila tidak ada SOP apakah manejemen laboratorium bisa berjalan dengan baik ?
BalasHapusMenurut saya dengan diberlakukan atau dijalankan SOP dengan benar maka akan meningkatkan mutu sebuah laboratorium
Menanggapi pertanyaan no 1.
BalasHapusmenurut saya faktor yang mempengaruhi kinerja laboratorium yaitu ketersediaan sarana dan prasarana laboratorium, personil-personil yang memiliki SDM yang baik, SOP, sistem administrasi atau dokumnetasi laboratorium, perawatan/pemiliharaan laboratorium, dan tata ruangan sesaui dengan standar.
meanggapi pertanyaan no 2, berdasarkatujan dibuatnya SOP Sebagai standarisasi cara yang dilakukan pegawai dalam menyelesaikan pekerjaan yang menyelesaikan tugasnya. Mengurangi tingkat kesalahan dan kelalaian yang mungkin dilakukan oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugas, SOP sangatlah penting dalam manajemen lab
BalasHapusmenanggapi pertanyaan no 2 tentang Kenapa di perlukan SOP (Standar Operasional Prosedur) dalam manjemen laboratorium? Apabila tidak ada SOP apakah manejemen laboratorium bisa berjalan dengan baik ? Mneurut saya kita kembali pada manfaat adanya SOP yaitu Sebagai standarisasi cara yang dilakukan pegawai dalam menyelesaikan pekerjaan yang menyelesaikan tugasnya,Mengurangi tingkat kesalahan dan kelalaian yang mungkin dilakukan oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugas serta Meningkatkan efisiensi dan efektifitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab individual pegawai dan organisasi secara keseluruhan. Jadi SOP sangat penting dan mempengaruhi fungsi manajemen dalam laboratorium
BalasHapus