Senin, 02 April 2018

Managemen Functions in Laboratory

FUNGSI MANAJEMEN LABORATORIUM

Laboratorium adalah bagian integral dari bidang akademik (bukan bagian dari rumah tangga atau administrasi), maka manajemen laboratorium perlu direncanakan seiring dengan perencanaan akademik (program dan anggarannya). Peranan laboratorium sangat besar dalam menentukan mutu pendidikan karena laboratoriumlah yang menghasilkan karya-karya ilmiah yang membanggakan, yang tak dapat dihasilkan oleh institusi lainnya. Sehingga bagi perguruan tinngi yang bermutu, laboratorium menjadi bagian yang dikedepankan.
Manual Prosedur Pengelolaan Laboratorium adalah serangkaian tindakan yang harus dilakukan oleh pengelola laboratorium agar penjaminan mutu laboratorium bisa dilaksanakan dengan baik. Tindakan-tindakan tersebut meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, dan penyempurnaan laboratorium.  
   
A.    Manajemen Dasar
Secara umum manajemen sering didefinisikan sebagai, “Getting things done through other people – menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain”. Telah disebutkan berkali-kali bahwa supervisor merupakan manajer lini terdepan yang melaksanakan pekerjaan manajemen untuk merencanakan, mengorganisir, mengeksekusi rencana, serta mengendalikan dan mengontrol proses pekerjaan menuju hasil yang diharapkan.
Oleh karena itu supervisor wajib bekerja secara :
1. Efektif, melakukan sesuatu dengan membawa hasil.
2. Efisien, melakukan sesuatu dengan hemat sumber daya.
Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan, dan pengendalian upaya anggota organisasi dan penggunaan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.  
                                                                               
                 B.  Fungsi - Fungsi Manajemen
Seperti yang kita ketahui bahwa manajemen itu untuk mengelola. Mengelola suatu persoalan yang sebelumnya belum tersusun rapi atau teratur. Manajemen dapat dipakai di kehidupan sehari-hari.
Orang jika sudah biasa membentuk manajemen, maka tidak akan merasa nyaman bila ada yang terlihat berantakan di sekitarnya. Mengapa demikian? Karena, manajemen untuk memudahkan Anda dalam mengatur banyak hal, misalnya pekerjaan.
Pada umumnya terdapat beberapa fungsi yang dapat diimplementasikan dalam manajemen, yaitu:
1. Perencanaan (planning)
Salah satu dari fungsi manajemen yaitu perencanaan atau planning yang merupakan kegiatan untuk membuat tujuan dari sebuah perusahaan dengan beberapa rencana untuk mendapatkan tujuan.
Perencanaan adalah cara terbaik untuk mengejar dan membuat tujuan perusahaan agar mampu teraih dengan baik. Karena memang tanpa adanya perencanaan fungsi manajemen tak dapat berjalan.
Tugas dari perencanaan antara lain :
1) Membuat target.
2) Membuat rencana kegiatan yang dibutuhkan untuk pencapaian target.
3) Mengatur urutan pelaksanaan.
4) Menyusun anggaran biaya.
5) Membuat SOP mengenai pelaksanaan pekerjaan.
           2. Pengorganisasian (organizing)
Pengorganisasian adalah membagi kegiatan besar menjadi kegiatan kecil. Caranya  dengan membagi setiap tugas supaya bisa secara mudah meraih tujuan dari sebuah perusahaan. Kegiatan menghubungkan serta mengatur pekerjaan dapat dilaksanakan dengan secara efisien dan efektif dengan cara sebagai berikut:
1) Desain struktur organisasi.
2) Tentukan job description setiap jabatan untuk meraih sasaran organisasi.
3) Mendelegasikan tanggung jawab dan wewenang, menetapkan tanggung jawab dari hasil yang sudah dicapai.
4) Membedakan antara atasan dan staff.
             3. Pengarahan (directing)
Pengarahan adalah tindakan dan upaya supaya semua anggota kelompok bisa berusaha untuk mendapatkan tujuan yang telah sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha.
Proses implementasi sebuah program supaya mampu dilakukan oleh seluruh pihak dalam organisasi tersebut. Selain itu juga dapat memotivasi seluruh pihak supaya dapat melaksanakan tanggung jawab dan penuh kesadaran.
Fungsi pengarahan dan implementasi mempunyai tugas sebagai berikut:
1) Mengimplementasikan sebuah proses pembimbingan, kepemimpinan, dan pemberian motivasi bagi tenaga kerja.
2) Memberikan tugas yang teratur mengenai pekerjaan.
3) Menjelaskan kebijakan yang sudah ditetapkan.
            4. Penempatan (Staffing)
Penempatan tak jauh beda dengan pengorganisasian tetapi untuk staffing lebih luas. Jika organizing lebih ke manajemen SDA (Sumber Daya manusia). Nah sedangkan untuk penempatan tertuju pada sumber daya secara umum. Contohnya peralatan yang dimiliki.
5. Mengkoordinasi (Coordinating)
Mengkoordinasi adalah fungsi yang bertujuan demi meningkatkan efisiensi dan efektifitas kinerja, membuat lingkungan kerja menjadi sehat, nyaman, dinamis, dll. Fungsi ini dilakukan oleh seorang manajer. Jadi, manajer mempunyai fungsi utama dalam mengkoordinasi bawahannya agar dapat meningkatkan kinerjanya.
6. Mengontrol (Controlling)
Mengontrol merupakan fungsi terakhir manajemen. Setelah semua fungsi dilakukan maka langkah yang terakhir yaitu mengontrolnya. Dalam fungsi ini ada beberapa elemen penting, misalnya evaluasi serta membuat kebijakan baru.
Fungsi mengontrol cukup penting agar kinerja orang-orang tidak menurun, paling tidak masih dalam batas standard, dan bagusnya adalah dapat meningkat.
Unsur-Unsur Manajemen
Ada beberapa unsur-unsur manajemen yang perlu Anda ketahui yaitu:
           1. Human (Manusia)
Sarana utama setiap manajer adalah mencapai tujuan yang sudah ditentukan oleh manusia terlebih dahulu. Tanpa ada manusia, seorang manajer tidak akan dapat mencapai tujuannya.
2. Money (Uang)
Untuk melakukan berbagai kegiatan perusahaan diperlukan adanya uang. Uang digunakan untuk membayar gaji karyawan, membeli peralatan dan bahan-bahan. Nah, paling penting adalah Anda harus mampu menggunakannya secara efektif supaya tujuan tercapai dengan menggunakan biaya yang rendah.
3. Materials (Bahan)
Material adalah faktor pendukung utama di dalam proses produksi. Material juga mempengaruhi kelancaran proses produksi. Apabila tidak ada bahan, maka proses produksi tidak bisa berjalan. Bahan-bahan yang diperlukan misalnya adalah bahan baku dan juga bahan pembantu untuk menunjang proses produksi.
4. Machines (Mesin)
Saat ini teknologi sudah maju, sehingga perusahaan-perusahaan dapat menggunakan mesin-mesin yang canggih dalam pelaksanaan kegiatan perusahaan.
5. Methods (Metode)
Untuk melakukan kegiatan supaya berdaya guna serta berhasil guna, Anda dihadapkan pada pilihan berbagai alternatif metode untuk melakukan pekerjaan. Oleh karena itu, pilihlah metode yang benar guna mencapai tujuan.
6.  Market (Pasar)
Pasar juga merupakan sarana yang penting dalam manajemen. Tanpa adanya pasar, hasil produksi Anda tidak ada artinya.

       C. Pengelolaan Laboratorium Bermutu
Pengelola laboratorium terdiri dari : (1) kepala laboratorium, (2) teknisi, (3) laboran, dan (4) petugas kebersihan. Rincian syarat, tanggung jawab, dan wewenang masing-masing pengelola laboratorium diuraikan di bawah ini.
Prosedur pengelolaan laboratorium adalah langkah-langkah yang harus dilakukan oleh pengelola laboratorium agar laboratorium yang dikelolanya bermutu. Langkah-langkah tersebut meliputi: perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, dan penyempurnaan (P4). Pada tahap perencanaan, pengelola laboratorium harus melakukan hal-hal di bawah ini:

Usaha Dalam Pengelolaan Laboratorium
           Pengelolaan laboratorium adalah kegiatan menggerakkan sekelompok orang (sdm),keuangan, peralatan, fasilitas dan atau segala obyek fisik lainnya secara efektif dan efisienuntuk mencapai tujuan atau sasaran tertentu yang di harapkan secara optimal.Pengelolaan laboratorium secara umum meliputi aspek:
Perencanaan yaitu proses pemikiran yang sistematis, analitis, logis tentang kegiatan yang harus dilakukan, langkah-langkah, metode, sdm, tenaga, dan dana yang dibutuhkanuntuk mencapai tujuan yang telah ditentukan secara efektif dan efisien.
Ø  Penataan alat dan bahan yaitu proses pengaturan alat / bahan di laboratorium agar tertata dengan baik.
Ø Pengadministrasian laboratorium yaitu suatu proses pencatatan atau inventarisasifasilitas dan aktifitas laboratorium.Dengan pengadministrasian yang tepat semua fasilitasdan aktifitas laboratorium dapat terorganisir dengan sistematis.
Ø     Pengamanan,perawatan dan pengawasan.

Setiap penggunaan laboratorium baik untuk praktikum maupun penelitian harus menyerahkan terlebih dahulu jadwal penggunaannya sehingga tidak terjadi tumpang tindih jadwal penggunaan laboratorium. Selain itu pengguna laboratorium harus memakai peralatan laboratorium seperti jas, masker dan sarung tangan (jika diperlukan) dan mengikuti prosedur peminjaman alat dan permintaan bahan yang berlaku di laboratorium.
Fungsi Laboratorium             
            Secara umum fungsi semua laboratorium  adalah antara lain :
Ø  Sebagai tempat dilakukannya percobaan Alat-alat laboratorium dan bahan-bahan praktikum tidak mungkin semuanya diletakkan dalam kelas, oleh karena itu percobaan dilakukan di dalam laboratorium.
Ø  Sebagai tempat penunjang kegiatan kelas Dengan adanya kegiatan pembalajaran di laboratorium, mahasiswa dapat mengamati gejala-gejala yang terjadi dalam percobaan secara langsung dan tidak hanya belajar menurut teori-teori yang ada.
Ø  Sebagai tempat display / pameran Laboratorium juga dapat digunakan sebagai tempat pameran atau display dari hasil-hasil percobaan atau penelitian yang telah dilakukan, agar memberi gambaran lebih bagi mahasiswa dan dapat memotivasi untuk penelitian atau percobaan yang lebih baik.
Ø  Sebagai tempat koleksi sejumlah species langka Dengan adanya koleksi sejumlah species memudahkan mahasiswa mengamati secara langsung spesies yang mungkin sulit untuk menemukannya.
Ø  Sebagai museum kecil Hasil-hasil  penelitian dan sejumlah species langka di kumpulkan dan diklasifikasikan, sehingga laboratorium dapat digunakan sebagai museum kecil.
Adapun tujuan proses pembelajaran di laboratorium bagi siswa maupun mahaiswa/mahasiswi yaitu :
Ø  Teliti dalam pengamatan dan cermat dalam pencatatan pada saat pengamatan
Ø  Mampu menafsirkan hasil percobaan untuk memperoleh penemuan dan dapat memecahkan masalah
Ø  Mampu merencanakan dan melaksanakan percobaan
Ø  Terampil menggunakan alat-alat lab
Ø  Tumbuh sikap positif terhadap kegiatan praktikum
Di samping itu ada beberapa ruangan lain yang merupakan bagian dari laboratorium yaitu:
1.     Ruang persiapan
2.    Ruang penyimpanan (gudang)
3.     Ruang gelap
4.    Ruang timbang
5.    Kebun dan rumah kaca
Manajemen Laboratorium (Laboratory Management), usaha untuk mengelola laboratorium berdasar konsep manajemen baku. Suatu laboratorium dapat dikelola dengan baik apabila didukung oleh beberapa faktor yaitu:
a)Peralatan laboratorium yang canggih,
b) Staf yang profesional, dan
c)Manajemen yang baik.
          Agar semua kegiatan yang dilakukan di laboratorium berjalan dengan lancar, maka dibutuhkan sistem pengelolaan laboratorium yang sesuai dengan situasi dan kondisi setempat.
Untuk mengelola laboratorium, terlebih dahulu dikenal perangkat-perangkat yang akan dikelola adalah :
1. Tata Ruang
Ø  Laboratorium sebaiknya ditata sedemikian rupa sehinggfa dapat berfungsi dengan baik, tata ruang yang sempurna mestinya dimulai sejak perencanaan sebuah gedung laboratorium.
Ø  Tata ruang yang baik harus mempunyai: pintu masuk, pintu keluar, pintu emergency, Ruang persiapan, ruang peralatan, ruang penyimpanan, ruang staf, ruang tekhnisi, ruangseminar, ruang bekerja, ruang istirahat/ibadah, ruang prakarsa kebersihan, ruangperalatan keselamatan kerja, Lemari praktikan, Lemari gelas, Lemari alat-alat optik, Pintu jendela dengan kawat kasa, ruang AC/Fan, untuk alat-alat  tertentu yang memerlukan persyaratan tertentu.
2. Alat yang terkalibrasi
Setiap alat yang akan dioperasikan harus benar-benar dalam kondisi: Siap untuk dipakai, bersih, terkalibrasi, tidak rusak, dan dapat beroperasi dengan baik.
3. Administrasi Laboratorium
Adm. Laboratorium meliputi segala kegiatan administrasi yang ada dilaboratorium, yang terdiri dari:
Ø  Inventarisasi alat-alat Laboratorium yang ada
Ø  Daftar kebutuhan alat baru, alat tambahan,  alat rusak, alat dipinjam/ dikembalikan
Ø  Keluar masuk surat menyurat
Ø  Daftar pemakaian laboratorium untuk prak/penelitian
Ø  Daftar inventarisasi bahan-bahan kimia/non kimia
Ø  Daftar inventarisasi alat-alat meubelair (meja, kursi, bangku, lemari dsb)
Ø  Sistem evaluasi dan pelaporan

4. Organisasi Laboratorium
Ø  Organisasi laboratorium meliputi struktur organisasi, deskripsi pekerjaan, serta susunan personalia yang mengelola laboratorium tsb.
Ø  Penanggung jawab tertinggi organisasi di dalam laboratorium adalah Kepala Laboratorium.
Ø  Kalaboratorium bertanggung jawab terhadap semua kegiatan yang dilakukan dan pada semua peralatan yang ada, sementara laboratorium yang berada dibawah kalaboratorium harus sepenuhnya btanggung jawab pada semua pekerjaan yang dibebankan kepadanya.
Ø  Untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan peralatan, keberadaan tenaga teknisi tetapsangat diperlukan.

5. Keselamatan Laboratorium
a.       tanggung jawab, Kalaboratorium, laboran, termasuk asistan  bertanngung jawab penuh terhadap segala kecelakaan yang mungkin timbul
b.      kerapian, semua koridor, jalan keluar, alat pemadam api, harus bebas dari hambatan, lantai bebas dari minyak, air & material lain, semua alat-alat dikembalikan ketempatnyasemula setelah digunakan.
c.        kebersihan masing-masing pekerja di Laboratorium
d.      Pertolongan pertama, semua kecelakaan bagaimanapun ringanx ditangani di tempat tertentu. Setaip laboratorium harus memiliki kotak PPPK
e.       Pakaian, Saat bekerja dilaboratorium dilarang memakai baju longgar, kancing terbuka, kalung teruntai, rambut harus dilindungi dari mesin-mesin yang bergerak.
f.       Berlari di Laboratorium, tidak dibenarkan berlari di laboratorium atau koridor, untuk menghindari tabrakan dengan orang lain.
g.      Pintu, pintu Laboratorium harus dilengkapi dengan jendela pengintip untuk mencegah terjadinya kecelakaan.
h.      Alat, alat seharusnya ditempatkan ditengah meja agar tidak jatuh dilantai, selain itu alat jg ditempatkan dekat dengan sumber listrik sebagai sumber tenaganya, demikian jugaalat-alat yang memerlukan air harus didekatkan dengan sumber  air.
6. Disiplin yang tinggi
Ø  Disiplin yang tinggi dari laboratorium ataupun tenaga terampil yang ada, akan mendukung terwujudnya efisiensi kerja yang tinggi.
Ø  Kedisiplinan sangat dipengarhi oleh pola kebiasaan & perilaku dari manusianya sendiri.
Ø  Oleh karenanya seorang pekerja Laboratorium harus menyadari akan tugas, wewenang dan fungsinya.
Ø  Sesama laboratorium ada kerjasama yang baik, sehingga setiap kesulitan dapat diselesaikan bersama.
        7. Keterampilan
       Ø  Keterampilan para tenaga laboratorium harus selalu ditingkatkan kualitasnya, hal ini dapat diperoleh melalui pendidikan tambahan, penataran, atau magang.

Dari uraian di atas timbul beberapa pertanyaan !
1. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja manejemen laboratorium?
2. Kenapa di perlukan SOP (Standar Operasional Prosedur) dalam manjemen laboratorium? Apabila tidak ada SOP apakah manejemen laboratorium bisa berjalan dengan baik ?
3. Mengapa pentingnya manajemen lab dalam kaitannya dengan kurikulum 2013!

18 komentar:

  1. Menanggapi pertanyaan nomor 2. SOP sangat penting dalam pengelolaan Laboratorium. Dalam SOP dijelaskan dengan rinci langkah apa saja yang perlu dilakukan, yang boleh dilakukan dan yang dilarang dalam laboratorium. Selain untuk menjaga keamanan & kenyamanan, SOP diperlukan untuk menjaga kualitas dan mutu laboratorium. Terima kasih

    BalasHapus
  2. Menanggapi soal no 2.
    karena dengan adanya sop maka akan meningkatkan kualitas dan mutu lab..

    dimana pada sop ini mempunyai tujuan dan fungsi yang jelas, yaitu :

    Tujuan SOP
    1. Agar petugas/pegawai menjaga konsistensi dan tingkat kinerja petugas/pegawai atau tim dalam organisasi atau unit kerja.
    2. Agar mengetahui dengan jelas peran dan fungsi tiap-tiap posisi dalam organisasi.
    3. Memperjelas alur tugas, wewenang dan tanggung jawab dari petugas/pegawai terkait.
    4. Melindungi organisasi atau unit kerja dan petugas/pegawai dari malpraktek atau kesalahan administrasi lainnya.
    5. Untuk menghindari kegagalan atau kesalahan, keraguan, duplikasi dan inefisiensi.

    Fungsi SOP
    1. Memperlancar tugas petugas/pegawai atau tim/unit kerja.
    2. Sebagai dasar hukum bila terjadi penyimpangan.
    3. Mengetahui dengan jelas hambatan-hambatannya dan mudah dilacak.
    4. Mengarahkan petugas/pegawai untuk sama-sama disiplin dalam bekerja.
    5. Sebagai pedoman dalam melaksanakan pekerjaan rutin.

    BalasHapus
  3. Mencoba menanggapi pertanyaan pertama, menurut saya hal yg mempengaruhi kinerja managemen leb adalah keadaan ruangan. Jika ruangan memberikan rasa nyaman, maka kinerja akan baik. Juga perlunya pengwasan. Ketika seorang di awasi maka kinerja nya akan smakin baik. Dan klengkapan alat, smkin lngkap maka kinerja seorang managemen leb akan makin baik.

    BalasHapus
  4. Assalamualikum wr.wb
    Saya mencoba menanggapi pertanyaan no 2.
    SOP itu sangat penting dalam menejemen laboratorium karena dari persiapan sampai menutup laboratorium harus ada SOP nya supaya tidak terjadi segala kemungkinan yg tidak kita ingin kan. SOP Menjaga keamanan dan kenyamanan labor serta kualitas dan mutu labor
    Terima kasih

    BalasHapus
  5. 3. Mengapa pentingnya manajemen lab dalam kaitannya dengan kurikulum 2013!
    k13 merupakan pembelajaran ilmiah "sainstifik". di SMA sangat pembelajaran di LAB sangat diperlukan terutama dalam bidang sains sehingga siswa lebih memahami.dengan manajemen lab yang baik maka proses pembelajaran lab akan berjalan baik.

    BalasHapus
  6. saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 3. Mengapa pentingnya manajemen lab dalam kaitannya dengan kurikulum 2013!
    menurut saya k13 merupakan pembelajaran ilmiah "sainstifik" karna Laboratorium adalah salah satu sarana yang penting untuk pendidikan dalam melakukan penelitian dan juga praktikum di sekolah atapun perguruan tinggi seperti mencari, mengumpulkan, mengembangkan keterampilan, bereksperimen serta menyimpulkan data yang telah diperoleh. terimakasih ^_^

    BalasHapus
  7. Menanggapi pertanyaan nomor satu yaitu Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja manejemen laboratorium?
    Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kinerja manejemen laboratorium bertitik tekan pada penyusunan Ruangan Laboratorium, pengadministrasian, Organisasi untuk mengatur proses pembelajaran dan tata tertib untuk semua pengunjung Laboratorium yang ber-SOP

    Salam
    Agung Laksono

    BalasHapus
  8. Assalamualaikum
    Saya akan menjawab pertanyaan no 2. SOP diperlukan dalam manajemen laboratorium untuk mempermudah dalam melakukan semua aktivitas di laboratorium. Karena dengan adanya SOP semua kegiatan labor dapt berjalan dengan baik.

    BalasHapus
  9. Menanggapi pertanyaan nomor 1, yang mempengarui kinerja menejemen lab antaralain pertama faktor kompetensi individu yakni kemampuan staf yg dipilih untuk mengelola labor, teknisi dan tenaga laboran lain.
    faktor dukungan organisasi seperti pendanaan, sarana dan prasaran
    dan faktor ketiga yaitu dukungan manajemen seperti SOP yg jelas dan pembagian tupoksi yg adil

    BalasHapus
  10. Terimakasih ulasannya. Terkait pertanyaan pertama Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja manejemen laboratorium?menurut saya Ada banyak faktor diantaranya struktur laboratorium atau org2 yg bekerja, sopnya, alat bahan,tata ruang, administrasi,insfrastruktur dan banyak hal lainnya.. Apabila semua aspek tersebut dikelola dengan baik maka kinerja laboratorium tsb akan baik pula.terimakasih

    BalasHapus
  11. Mengapa pentingnya manajemen lab dalam kaitannya dengan kurikulum 2013!
    Manajemen labor dalam kaitannya dengan k13 sangat dipandang penting karena untuk menerapkan pembelajaran harus lah bersifat kontekstual dan ini tentunya membutuhkan laboratorium dengan sistem manajemen yang baik tentunya

    BalasHapus
  12. Menurut pendapat saya SOP sangat dibutuhkan dalam manjemen laboratorium agar labor dapat berjalan dengan baik dan terdapat kejelasan dalam manajemen laboratorium yang memiliki tanggung jawab masing-masing dalam maanajemen labor,jika tidak terdapat SOP maka manajemen labor tidak dapat berjalan dengan baik

    BalasHapus
  13. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan Nomor 2, Karena jika tidak ada SOP, semua manajemen misal pembuatan inventaris, jadwa, pelabelan alat dan bahan, tata tertib, dll tidak memiliki panduan atau pedoman. Guna SOP selain sebagai acuan atau pedoman pelaksanaan manajemen laboratorium, juga memperkuat aturan yang yang dibuat oleh kepala labor yang ditanda tangani oleh kepala sekolah, jadi jika sewaktu-waktu ada yang menyimpang dari aturan, kepala labor telah memiliki SOP. Jika tidak ada SOP manajemen labor tidak akan berjalan dengan baik. Jdi menurut saya, SOP itu wajib hukumnya.

    BalasHapus
  14. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 1 yaitu, Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja manejemen laboratorium? Faktor yang mempengaruhi adalah sumberdaya manusia, sarana dan prasarana dan penggunaan laboratorium

    BalasHapus
  15. Menanggapi pertanyaan no.2. Kenapa di perlukan SOP (Standar Operasional Prosedur) dalam manjemen laboratorium? Apabila tidak ada SOP apakah manejemen laboratorium bisa berjalan dengan baik ?
    Menurut saya dengan diberlakukan atau dijalankan SOP dengan benar maka akan meningkatkan mutu sebuah laboratorium

    BalasHapus
  16. Menanggapi pertanyaan no 1.
    menurut saya faktor yang mempengaruhi kinerja laboratorium yaitu ketersediaan sarana dan prasarana laboratorium, personil-personil yang memiliki SDM yang baik, SOP, sistem administrasi atau dokumnetasi laboratorium, perawatan/pemiliharaan laboratorium, dan tata ruangan sesaui dengan standar.

    BalasHapus
  17. meanggapi pertanyaan no 2, berdasarkatujan dibuatnya SOP Sebagai standarisasi cara yang dilakukan pegawai dalam menyelesaikan pekerjaan yang menyelesaikan tugasnya. Mengurangi tingkat kesalahan dan kelalaian yang mungkin dilakukan oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugas, SOP sangatlah penting dalam manajemen lab

    BalasHapus
  18. menanggapi pertanyaan no 2 tentang Kenapa di perlukan SOP (Standar Operasional Prosedur) dalam manjemen laboratorium? Apabila tidak ada SOP apakah manejemen laboratorium bisa berjalan dengan baik ? Mneurut saya kita kembali pada manfaat adanya SOP yaitu Sebagai standarisasi cara yang dilakukan pegawai dalam menyelesaikan pekerjaan yang menyelesaikan tugasnya,Mengurangi tingkat kesalahan dan kelalaian yang mungkin dilakukan oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugas serta Meningkatkan efisiensi dan efektifitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab individual pegawai dan organisasi secara keseluruhan. Jadi SOP sangat penting dan mempengaruhi fungsi manajemen dalam laboratorium

    BalasHapus