Kamis, 26 April 2018

Basic Laboratory Skill ( Pelaksanaan )

Basic Laboratory Skill ( Pelaksanaan )
Laboratorium adalah suatu tempat dilakukannya percobaan dan penelitian. Tempat ini dapat merupakan ruangan tertutup, kamar atau ruangan terbuka. Laboratorium adalah suatu ruangan yang tertutup di mana percobaan eksperimen dan penelitian dilakukan (Depdikbud : 1995, 2003).
Laboratorium adalah tempat belajar mengajar melalui metode pratikum yang dapat menghasilkan pengalaman belajar di mana siswa berinteraksi dengan berbagai alat dan bahan untuk mengobservasi gejala-gejala yang dapat diamati secara langsung dan dapat membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari.
laboratorium adalah suatu tempat yang digunakan untuk melakukan percobaan maupun pelatihan yang berhubungan dengan ilmu fisika, biologi, dan kimia atau bidang ilmu lain, yang merupakan suatu ruangan tertutup, kamar atau ruangan terbuka seperti kebun dan lain-lain.
A. Keterampilan dasar saat praktikum:
a)      Menggunakan kelengkapan yang wajib dalam praktikum (seperti jas lab, masker, sarung tangan, sepatu ket, dan sebagainya)
b)      Dapat menggunakan alat-alat praktikum yang dilakukan
c)      Dapat mensterilkan atau mengkalibrasi alat-alat dalam laboratorium
d)     Dapat mengenali jenis-jenis zat yang digunakan saat melakukan praktikum
e)      Dapat melakukan praktikum sesuai prosedur yang ada
f)       Dapat menyimpulkan hasil dari praktikum.

B. Keterampilan saat bekerja

1. Sterilisasi Medium Dan Alat-Alat

Kita semua dapat memaklumi, andaikata medium dan alat-alat yang kita pergunakan dalam inokulasi itu tidak steril, niscayalah kita tidak akan mungkin memperoleh piaraan bakteri yang kita inginkan. Maka langkah-langkah pertama yang harus kita ambil sebelum kita mengadakan inokulasi ialah mengusahakan sterilnya medium serta alat-alat perlengkapannya. Lagi pula, kita harus menguasai teknik inokulasi.

Beberapa Cara Untuk Mensterilkan Medium
a. Dalam aba 18 orang mensterilkan medium cukup dengan mendidihkan medium tersebut selama beberapa jam. Dengan jalan ini maka matilah semua benih kehidupan. Cara yang demikian ini dilakukan oleh Spailanzani (1729 – 1799) untuk membuktikan tidak mungkinnya abiogenesis.

b. Tyndallisasi. Metode ini berupa mendidihkan medium dengan uap untuk beberapa menit saja. Sehabis didiamkan satu hari – selama itu spora-spora sempat tumbuh menjadi bakteri vegetatif – maka medium tersebut dididihkan lagi selama beberapa menit. Akhirnya pada hari ketiga, medium tersebut dididihkan sekali lagi. Dengan jalan demikian ini diperolehlah medium yang steril, dan lagi pula, zat-zat organik yang terkandung di dalamnya tidak mengalami banyak perubahan seperti halnya pada (a).

c. Dengan autoklaf, yaitu alat serupa tangki minyak yang dapat diisi dengan uap. Medium yang akan disterilkan ditempatkan di dalam autoklaf ini selama 15 sampai 20 menit; hal ini bergantung kepada banyak sedikitnya barang yang perlu disterilkan. Medium yang akan disterilkan itu lebih baik ditempatkan dalam beberapa botol yang agak kecil daripada dikumpul dalam satu botol yang agak kecil daripada dikumpul dalam satu botol yang besar. Setelah pintu autoklaf ditutup rapat, barulah kran pada pipa uap dibuka, dan temperatur akan terus menerus naik sampai 121o C. Biasanya autoklaf sudah diatur demikian rupa, sehingga pada suhu tersebut, tekanan ada sebesar 15 lbs (pounds) per inch persegi yang berarti 1 atmosfer per 1 cm2. Perhitungan waktu 15 atau 20 menit itu dimulai semenjak termometer pada autoklaf menunjuk 121oC. Setelah cukup waktu, maka kran uap ditutup, dan dengan demikian akan kita saksikan, bahwa suhu mulai turun sedikit demi sedikit, demikian pula manometer. Autoklaf tidak boleh dibuka sekonyong-konyong. Jika diperbuat demikian, maka isi botol yang ada di dalam autoklaf akan meluap ke mana-mana. Baiklah kita menunggu sampai manometer menunjukkan 0, barulah autoklaf kita buka. Pendinginan dilakukan sedikit demi sedikit. Jika medium mengandung vitamin, gelatin atau bangsa gula, maka setelah sterilisasi sependek-pendeknya dalam autoklaf, medium tersebut haruslah segera didinginkan sesudahnya dikeluarkan dari autoklaf. Perbuatan ini perlu untuk menghindarkan terurainya zat-zat tersebut. Medium yang sudah steril dapat disimpan dalam almari es.

d. Dengan penyaringan (filtrasi). Medium disaring dengan saringan porselin atau dengan tanah diatom. Dengan jalan ini, maka zat-zat organik tidak akan mengalami penguraian sama sekali. Hanya sayang, virus tak dapat terpisah dengan penyaringan, medium masih perlu dipanasi dalam autoklaf, meskipun tidak selama 15 menit dengan temperatur 121oC. Penyaringan dapat dilakukan juga dengan saringan yang dibuat dari asbes. Saringan ini lebih murah dan lebih mudah penggunaannya daripada saringan porselin. Saringan asbes dapat dibuang setelah dipakai, sedangkan saringan porselin terlalu mahal untuk dibuang, dan terlalu sulit untuk dibersihkan.

2.    Pensterilan Gelas-Gelas

Gelas, botol, pipa, pipet yang sudah bersih tidak disterilkan di dalam autoklaf, karena barang-barang tersebut akan tetap basah sehabis sterilisasi. Alat-alat dari gelas dimasukkan di dalam oven kering selama 2 – 3 jam pada temperatur 160o – 170o C; hal ini bergantung kepada banyak sedikitnya muatan yang dimasukkan dalam oven. Kapas masih dapat bertahan dalam oven kering selama waktu dan pada temperatur seperti tersebut di atas. Alat-alat yang belum bersih dan belum kering tidak boleh dimasukkan dalam oven kering.
Pensterilan alat-alat dapat pula dilakukan dengan gas etilen oksida. Hal ini harus dikerjakan dengan hati-hati, karena ada bahaya letusan.

3.      Penyediaan atau Penyiapan Bahan
Setiap akan mengambil bahan kimia, baca terlebih dahulu labelnya dengan teliti agar tidak terjadi kesalahan. Pegang botol dengan baik, yaitu dengan label yang melekat pada botol ada di bawah telapak tangan. Dengan cara ini tidak akan ada bahan yang menetes atau menempel pada label sehingga label tetap utuh.
4.             Cara membaca volume pada gelas ukur

Masukkan cairan yang akan diukur lalu tepatkan dengan pipet tetes sampai skala yang diinginkan. Bagian terpenting dalam membaca skala di gelas ukur tersebut adalah garis singgung skala harus sesuai dengan meniskus cairan. Meniskus adalah garis lengkung permukaan cairan yang disebabkan adanya gaya kohesi atau adhesi zat cair dengan gelas ukur.

5.        Cara menggunakan buret

Sebelum digunakan, buret harus dibilas dengan larutan yang akan digunakan. Cara mengisinya :
Ø  Kran ditutup kemudian larutan dimasukkan dari bagian atas menggunakan corong gelas.
Ø  Jangan mengisi buret dengan posisi bagian atasnya lebih tinggi dari mata kita. Turunkan buret dan statifnya ke lantai agar jika ada larutan yang tumpah dari corong tidak terpercik ke mata.
Ø  Jangan sampai ada gelembung yang tertinggal di bagian bawah buret. Jika sudah tidak ada gelembung, tutup kran.
Ø  Selanjutnya isi buret hingga melebihi skala nol, lalu buka kran sedikit untuk mengatur cairan agar tepat pada skala nol.


6.        Cara menggunakan neraca analitis

  Ø       Nolkan terlebih dulu neraca tersebut
  Ø       Letakkan zat yang akan ditimbang pada bagian timbangan
  Ø       Baca nilai yang tertera pada layar monitor neraca
  Ø       Setelah digunakan, nolkan kembali neraca tersebut
  Ø      Cara menghirup bau zat
Yang perlu diingat jangan pernah menghirup gas atau uap senyawa secara langsung! Gunakan tangan dengan mengibaskan bau sedikit sampel gas ke hidung (Ruhiyat, 2010).


7.        Cara Mengambil dan Menuangkan Bahan Padat







Ø  Pegang botol bahan dengan label di bawah telapak tangan.
Ø  Miringkan botol sehingga sedikit bahan masuk ke dalam tutup botol, kemudian keluarkan tutup botol dengan hatihati.
Ø  Ketuk-ketuk tutup botol dengan telunjuk atau batang pengaduk sehingga bahan pada tutup jatuh pada tempat yang diinginkan.

8.    Cara Mengambil dan Menuangkan Bahan Cair

 



Ø Baca label bahan pada botol dengan teliti.
Ø Pegang botol sedemikian rupa sehingga label botol terletak pada telapak tangan agar tidak terjadi penetesan bahan ke label.
Ø Basahi tutup botol dengan bahan di dalam botol dengan cara botol dimiringkan untuk memudahkan melepas tutup botol
Ø Jika akan menuangkan, buka botol dan jepit tutup botol diantara jari.
Ø Tuangkan bahan cair dengan bantuan batang pengaduk
9.         Memanaskan


Proses pemanasan dan penguapan bahan memerlukan ketrampilan khusus untuk keselamatan bekerja. Pengetahuan bahan kimia sangat diperlukan, misalnya jangan sekali-kali memanaskan atau menguapkan bahan yang mudah terbakar di atas nyala api langsung. Gunakan penangas air atau penangas uap. Untuk memanaskan bahan cair di dalam tabung reaksi, lakukan seperti berikut.
Ø Nyalakan bunsen atau pemanas lain dengan baik.
Ø Jepit tabung reaksi berisi cairan yang akan dibakar dengan penjepit.
Ø Panaskan tabung reaksi di atas nyala api. Hadapkan tabung ke arah yang berlawanan dengan muka kita. Pemanasan dimulai dari bagian permukaan cairan bukan dari dasar tabung. Jangan lupa menggerakkan tabung reaksi selama pemanasan agar pemanasan tidak berlangsung hanya pada satu bagian saja.
Ø Untuk memanaskan bahan cair yang cukup banyak, lakukan dengan menempatkan bahan cair tersebut dalam gelas beaker dan dipanaskan di atas pemanas bunsen.



            Dari uraian di atas terdapat beberapa pertanyaan !
1. Menurut teman-teman bagaimana cara untuk membekali skill lab yang baik kepada siswa?
2. Dari uraian di atas di jelaskan tentang cara Sterilisasi Medium Dan Alat-Alat, yang mau saya tanyakan kapan dilakukan pengsterilisasi medium dan alat-alat lab tersebut apakah sebelum praktikum dimulai atau setelah praktikum ?








18 komentar:

  1. Menanggapi pertanyaan pertama, mnrt saya cara membekali skill leb Pda siswa adalah dgn mengajari dan membiasakan siswa setiap kali pratikum dgn basic yg perlu di miliki dan trus mngingatkan dan mngawasi setiap apa yg di lakukan siswa saat pratikum berlangsung.

    BalasHapus
  2. menjawab pertanyaan nomor dua biasaanya sterilisasi medium dan alat dilakukan sebelum praktikum oleh praktikan dan siswa agar pada waktu pelaksanaan tingkat ketelitian alat yang digunakan baik,misalkan pada praktikum fisika listrik yang menggunakan multimeter digital yang harus dikalibrasi terlebih dahulu dengan mereset ulang sehingga angka yangditunjukkan adalah nol dan tidak bergeser.

    BalasHapus
  3. Menurut teman-teman bagaimana cara untuk membekali skill lab yang baik kepada siswa?
    Tentunya dengan mengajar kan skill pada masung basic skill, ardinya jika dadar sudah baik dikuasai makan pengembangan akan lebih mudah, skill anak juga akan cepat meningkat

    BalasHapus
  4. menanggapi pertanyaan no.1 mengenai Menurut teman-teman bagaimana cara untuk membekali skill lab yang baik kepada siswa?
    untuk pertama kali, siswa akan diberikan penjelasan mengenai basic lab apa saja yg perlu siswa ketahui, lalu dengan seringnya melakukan kegiatan praktikum, siswa akan terbiasa dengan hal tsb.

    BalasHapus
  5. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 2 yaitu Dari uraian di atas di jelaskan tentang cara Sterilisasi Medium Dan Alat-Alat, yang mau saya tanyakan kapan dilakukan pengsterilisasi medium dan alat-alat lab tersebut apakah sebelum praktikum dimulai atau setelah praktikum ? Sebelum mau pun sesudah pratikum perlu dilakukan sterilisasi agar terhindar dari bakteri

    BalasHapus
  6. Menyikapi pertanyaan no 1?
    cara nya yaitu selalu memberi latihan atau berlatihan dan mengulang kembali apa yg telah di ajar nya

    BalasHapus
  7. Menanggapi pertanyaan kedua Dari uraian di atas di jelaskan tentang cara Sterilisasi Medium Dan Alat-Alat, yang mau saya tanyakan kapan dilakukan pengsterilisasi medium dan alat-alat lab tersebut apakah sebelum praktikum dimulai atau setelah praktikum ? Biasanya dilakukan sebelum praktikum, namun ada kalanya dilakukan saat praktikum juga. Misalnya kami yg bekerja dengan alat fisika contoh avometer, sbelum praktikum dilakukan kalibrasi alat, namun saat praktikum setiam memutar beaar yg mau d ukur juga harus d pastikan apakah jarum sdah s angka nol apa blm walaupun sbelumnya sudah d lakukan sbelum praktikum. Sesangkan utk menstrerilkan alat,biasanya setelah praktikum juga harus dibersihkan alat sebelum d simpan agar menghindari kerusakan seperti beekarat,dll.

    BalasHapus
  8. Menanggapi pertanyaan no 1, untuk membekali siswa skill lab seorang guru harus mengajar tentunya tentang skill lab itu. Selain itu sering lah melakukan kegiatan praktikum dengan begitu siswa akan memiliki skill lab yang baik. Dengan catatan semua kegiatan yang dilakukan sesuai dengan skill lab yang telah ditetapkan.

    BalasHapus
  9. 2. Dari uraian di atas di jelaskan tentang cara Sterilisasi Medium Dan Alat-Alat, yang mau saya tanyakan kapan dilakukan pengsterilisasi medium dan alat-alat lab tersebut apakah sebelum praktikum dimulai atau setelah praktikum ?
    Menurut saya pengsterilan alat sebaiknya dilakukan pada saat sebelum praktikum sehingga waktu pengerjaan praktikum tidak terganggu dan dapat memaksimalkan kegiatan praktikum.

    BalasHapus
  10. Menanggapi pertanyaan nomor 1, langkah pertama adalah dengar mengajarkan secara teoritis tentang keterampilan dasar sebwlum praktikum sehinga siswa benar2 paham, kemudian lakukan praktikum dgn cukup sering krn keterampilan akan semakin terasah dngn pengalaman lansung yanh dialami siswa pada saat praktikum dilaksanakan

    BalasHapus
  11. Menurut teman-teman bagaimana cara untuk membekali skill lab yang baik kepada siswa? Membekali Skill Lab pada siswa melalui Asistensi sebelum melakukan Praktikum dan melakukan evaluasi terhadap Penilaian Kinerja selama Praktikum, apabila dilakukan secara rutinitas maka Skill Lab akan terbangun dengan baik.

    Salam
    Agung Laksono

    BalasHapus
  12. Menanggapi pertanyaan no 1.
    Menurut teman-teman bagaimana cara untuk membekali skill lab yang baik kepada siswa?
    Menurut saya Membekali skill lab pada siswa dimulai dari menerapkan pemahaman secara teori terlebih dahulu, setelah pemahaman awal diciptakan kemudian dilanjutkan dengan kegiatan percobaan/praktikum. Kegiatan praktikum setidaknya dilakukan dengan sering sehingga dapat mengasah keterampilan siswa lebih baik.

    BalasHapus
  13. Assalamualaikum, menanggapi pertanyaan nmor 1, Menurut teman-teman bagaimana cara untuk membekali skill lab yang baik kepada siswa?

    Caranya yaitu mengajarkan siswa, dan memanf ada waktu khusus untuk mengajari materi keterampilan dasar,

    BalasHapus
  14. Menanggapi pertanyaan kedua
    Menurut saya pensterilan alat sebaiknya dilakukan sebelum praktikum
    Contoh nya untuk praktikum mikrobiologi memerlukan alat yg steril bebas kuman agar tidak terpengaruh bakteri lain

    BalasHapus
  15. menanggapi pertanyaan no 2 yaitu Dari uraian di atas di jelaskan tentang cara Sterilisasi Medium Dan Alat-Alat, yang mau saya tanyakan kapan dilakukan pengsterilisasi medium dan alat-alat lab tersebut apakah sebelum praktikum dimulai atau setelah praktikum ? Biasanya proses sterilisasi dilakukan sebelum praktikum karna mengurangi resiko adanya bakteri-bakteri yang akan mengganggu pelaksanaan praktikum dan akan merusak pengamatan.

    BalasHapus
  16. menanggapi pertanyaan no1.
    untuk membekali skil lab kepada siswa guru harus memikili guru harus memahami semua prinsip dasar skil lab, pengarahan bisa dilakukan didalam kelas saat belajar bisa juga dilakukan saat praktikum.

    BalasHapus
  17. Menurut pendapat saya basic skill labor dapat diberikan kepada siswa dengan memberikan penuntun praktikum

    BalasHapus
  18. Soal no 1.
    Menurut saya, yaitu dengan mengajarkan torinya terlebih dahulu kepada siswa, setelah itu baru langsung di praktekkan.

    BalasHapus